Cretive for Better Future

Sciences & Business

Sablon Plastik Kemasan

SETTING GAMBAR DESAIN LABEL DAN TEKNIK SABLON

 

Oleh :

Wawan Agustina, S.Si

Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia

Balai Besar pengembangan Teknologi Tepat Guna

Wan_agustina@yahoo.co.id

 

 

A.     Alat dan bahan

 

ALAT

Alat alat yang dugunakan dalam penyablonan meliputi :

Ø       Seperangkat meja cetak                                    

Ø       Screen

Ø       Rakel

Ø       Karet Busa

Ø       Lampu neon dan Bohlam

Ø       Pisau Cutter (Besar dan kecil)

Ø       Gunting

Ø       Penggaris (mistar)

Ø       Penggaris busur tipis

Ø       Hair dryer / kipas angin

Ø       Botol Semprot

Ø       Papan penjepit

 

BAHAN

Ø       Film Sablon

Ø       Obat Afdruk

Ø       Penghapus obat afdruk

Ø       Tinta

Ø       Pelarut atau bahan pencampur

Ø       Lakban / Isolatif

Ø       Kertas transparan (kalkir)

 

B.      Tahapan Penyablonan

Tahap-tahap penyablonan secara singkat telah di bahas pada bab sebelumnya, namun untuk lebih jelas dan lebih mengerti sehingga lebih mudah dalam mempraktekkannya dalam bab ini akan dibahas secara lebih rinci. Bacalah bab ini dengan seksama sampai anda mengerti dan memahami dengan baik. Adapun tahapan-tahapan dalam mencetak dengan teknik sablon adalah sebaai berikut :

a.             Pembuatan Gambar atau Film

Pembuatan gambar merupakan langkah awal dalam teknik sablon. Tulisan atau gambar yang ingin kita cetak dengan teknik sablon terlebih dahulu digambar di atas kertas kalkir sebagai masternya. Membuat gambar bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan komputer. Menggambar secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan tinta spidol atau rapido berwarna gelap (hitam) agar tidak bisa ditembus cahaya. Cara mengambar dengan mengunakan komputer biasanya menggunakan program atau software desain grafis seperti corel draw, adobe photoshop, dll. Gambar yang telah dibuat dicetak mengunakan printer berwarna hitam. Ketegasan warna sangat penting untuk hasil cetakan yang bagus, untuk itu disarankan print gambar atau desain dilakukan menggunakan printer laserjet. Untuk warna degradasi atau warna tipis (raster) disarankan untuk menggunakan print quality pada 300 dpi.

Dalam membuat gambar harus diperhitungkan seberapa banyak warna yang akan dipakai saat penyablonan. Untuk cetakan satu warna kita cukup membuat satu film saja. Sedangkan untuk cetakan beberapa warna kita harus membuat film sebanyak warna yang diinginkan sesuai dengan kelompok warnanya. Untuk memudahkan pada saat menyablon lebih dari satu warna dengan posisi yang tidak teratur maka pada masing masing kelompok warna diberi tanda penghubung pada posisi tertentu, biasanya pada bagian tepi dengan kode ”+”.

Berikut ini diberikan contoh desain dan setting gambar untuk sablon. Desain dilakukan dengan menggunakan Software Corel Draw. Contoh menampilkan desain dalam 2 warna yaitu warna kuning dan warna merah. Setelah desain selesai lakukanlah setting untuk memisahkan kelompok warna.

Setelah diperoleh desain seperti diatas lalu lakukan pemisahan desain berdasarkan kelompok warna. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menggandakan gambar desain di atas dengan cara mengkopi.

Setelah digandakan pemisahan warna dilakukan dengan membuang warna lain yang tidak diperlukan pada kelompok warna yang diinginkan. Ketika kita ingin mengelompokkan warna merah, buang seluruh komponen yang berwarna selain merah (gambar 3.a), begitu juga ketika kita ingin mengelompokkan warna kuning, maka kita harus membuang seluruh komponen warna yang tidak berwarna kuning (Gambar 3.b).

Setelah semua komponen warna terpisah (gambar 3.a dan 3. b) maka langkah selanjutnya adalah mengubah seluruh komponen warna tersebut menjadi warna hitam (Gambar 3.c dan 3.d). Gambar 3.c adalah hasil perubahan dari kelompok warna merah, swedangkan Gambar 3.d. adalah hasil penrubahan dari kelompok warna kuning. Gambar yang berwarna hitam inilah yang selanjutnya harus diprint di atas kertas kalkir dan dijadikan sebagai film cetakan.

b.      Pembuatan Afdruk / Stensil

a.      Membersihkan screen

Sebelum dipakai screen yang baru dibeli terlebih dahulu dicuci dengan sabun cuci untuk menghilangkan kotoran dan debu. Gosok hingga berbusa, lalu semprot dan bilas sampai bersih. Menggosok screen harus hati-hati dengan mengunakan kain yang halus seperti potongan kain kaos/katun.

b.      Mengeringkan screen

Setelah dicuci screen dikeringkan. Pengeringan bisa dilakukan dengan cara menjemur di bawah panas matahari, menggunakan kipas angina, atau hair dryer.

c.       Membuat Campuran dan Mengoles Obat Afdruk

Obat afdruk dibuat dengan cara mencampurkan kira-kira satu sendok makan emulsi dengan 5-8 tetes sensitizer yang diaduk dalam piring atau mangkuk kecil hingga tercampur sempurna. Setelah itu tuangkan memanjang pada salah satu tepi screen kemudian ratakan menggunakan penggaris busur tipis. Pastikan pengolesan screen luar dan dalam sempurna dan merata, setelah itu keringkan dengan kipas angin atau hairdryer di tempat yang tidak terkena sinar matahari atau pencahayaan lainnya (agak gelap).

d.      Membuat cetakan

Sebelum membuat cetakan siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan,  yaitu: screen yang sudah diolesi obat afdruk, busa, papan penjepit, kaca, meja cetak dan lampu neon. Berdasarkan pencahayaan yang dilakukan ada dua cara pembuatan cetakan di screen.

1.      Pencahayaan atas

Untuk pencahayaan atas biasanya menggunakan sinar matahari, Caranya : Letakkan kaca diatas meja cetak, letakkan film di atas kaca, lalu letakkan screen dengan bagian dalam di sebelah atas, masukkan busa ke dalam screen, tambahkan papan penjepit, tekan dengan jari-jari tangan, lalu angkat dan sinari dengan cahaya matahari yang terang sekitar 30-40 hitungan cepat (± 10-15 dtk). Setelah selesai penyinaran ambil screen-nya lalu siram dengan air bersih dan semprot perlahan-lahan sampai membentuk lubang sesuai dengan gambar pada film.  Hal yang perlu diperhatikan jika kita melakukan cara ini adalah intensitas cahaya, jadi bisa jadi hitungan di atas kurang tepat sehingga kita bisa mempelajarinya sendiri berapa waktu yang tepat.

2.      Pencahayaan bawah

Pada prinsipnya hampir sama dengan nomor satu yaitu : Letakkan kaca diatas meja cetak, letakkan film diatas kaca, lalu letakkan screen dengan bagian dalam di sebelah atas, masukkan busa ke dalam screen, tambahkan papan penjepit, tambahkan beban atau pemberat, lalu nyalakan lampu neon. Lama penyinaran bisa disesuaikan dengan lampu yang digunakan. Untuk lampu TL 20 watt atau neon 100 watt bisa membutuhkan waktu 6-12 menit. Setelah selesai penyinaran ambil screen-nya lalu siram dengan air bersih dan semprot perlahan-lahan sampai membentuk lubang sesuai dengan gambar pada film.

 

                  Setelah dicuci dan yakin gambar terlubangi dengan baik, siram screen dengan air secukupnya lalu keringkan dengan cara dijemur, dikipasi atau di hair dryer. Jika pada saat pencucian ada bagian yang rusak, atau lubang-lubang kecil yang tidak diinginkan maka dapat dilakukan perbaikan dengan cara menempelkan obat afdruk yang sama menggunakan kuas kecil atau batang korek yang diruncingkan.

                  Sebenarnya lamanya penyinaran juga dipengaruhi oleh tingkat kepekaan obat afdruk yang digunakan. Bagi pemula apabila saat pertama kali mencoba menemui kegagalan, maka jangan putus asa  untuk mencobanya lagi sampai berhasil. “Kegagalan adalah guru bagi sebuah keberhasilan”.

c.       Persiapan mencetak gambar

Sebelum mencetak siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti, cutter, lak band, bohlamp 5 watt, tinta, Pengencer (M4/M3), kain bekas potongan dan rakel. Siapkan meja cetak dan pastikan kacanya bersih. Ganti neon dengan Bohlamp 5 watt, pasangkan screen pada klem yang terdapat ditepi meja cetak, tutup dengan lakband tepian kain screen yang menempel pada bingkai, sesuaikan posisi media cetak (kertas/plastik) diatas meja cetak dengan lubang cetakan pada screen, lalu kasih tanda pada kaca meja agar hasil cetakan tetap sama. Tuangkan tinta sesuai warna yang diinginkan, bila terlalu kental tambahkan pengencer secukupnya lalu aduk dengan rakel. Membuat penepat atau tanda batas bisa juga dilakukan setelah cat dituangkan ke atas screen caranya dengan mengetes dulu cetakan pada kertas, apabila semua warna atau gambar yang diinginkan sudah keluar baru cetak pada kaca meja. Tunggu hingga cat mengering, lalu tepatkan dengan bahan yang akan dicetak.

d.      Mencetak Gambar

Tuangkan tinta pada tepi bawah screen lalu sapukan denan rakel sambil sedikit ditekan, maka tinta akan keluar melalui pori-pori screen dan membentuk gambar pada media cetak. Untuk hasil yang memuaskan perlu dilakukan latihan yang cukup, sehingga kita tahu bagaimana baiknya. Hasil cetakan jangan langsung ditumpuk hal ini untuk menghindari kerusakan karena tinta tidak langsung kering.

e.      Membersihkan screen

Setelah selesai mencetak sebaiknya screen langsung dibersihkan. Apabila cetakan yang ada akan sering digunakan maka afdrukan jangan dihapus, cukup dibersihkan tinta-tintanya menggunakan pelarut dan buanglah lakbannya. Apabila memang cetakan tidak akan digunakan lagi maka hapuslah afdrukannya dengan cara : Setelah tinta dibersihkan dan lakband dibuang siramlah screen dengan air, oleskan obat pencuci lalu tunggu 2-4 menit, gosoklah menggunakan kain halus, lalu bilas sampai bersih. Apabila masih terdapat sisa-sisa tinta gosok dengan kain dengan menggunakan sedikit pelarut, lalu cuci dengan detergent dan bilas sampai bersih lalu keringkan. Apabila setelah selesai digunakan screen tidak langsung dibersihkan biasanya screen akan sulit dicuci dan tidak dapat dipakai lagi.

 

·         tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis semata

·         Gambar ada di Penulis

 

 

April 30, 2009 - Posted by | Bisnis, KEMASAN, Uncategorized

10 Comments »

  1. thanks info nya, bermanfaat banget. tapi kalo ada gambarnya lebih oke nih… bisa ga ditambahkan gambar?

    Comment by jamil | June 4, 2009 | Reply

    • gambar bagian mana? mudah2an saya bisa upload ato ga kirim lewat e-mail.

      Comment by wanwa03 | June 4, 2009 | Reply

    • betul tuh kalo bisa pake gambar / videonya
      biar lebih jelas
      soalnya aku lagi belajar ni gan

      Comment by Usep Suryana | January 19, 2012 | Reply

      • untuk video belum ada ya,,, untuk gambar atau foto2 sementara belum bisa diatmpilkan. saya sedang menulis buku tentang kemasan dan desain label termasuk didalamnya tentang tatacara sablon secara detail. mudah2an bisa segera terbit.

        Comment by wanwa03 | September 6, 2013

  2. infonya cukup bagus.tapi sayang om,….masih banyak istilah2 yang kurang jelas untuk saya yang bener2 awam ttg sablon. mis emulsifier, dll. gimana kalau di jelaskan lebih detail lagi om???thanks sebelumnya

    Comment by kezia | February 10, 2011 | Reply

    • Oh begitu yah.. .
      kalau ada yang mau ditanyakan silahkan kirim e-mail saja ke wan_agustina@yahoo.co.id insyaalloh saya bantu.

      Comment by wanwa03 | February 16, 2011 | Reply

  3. Salam kenal bang wan, saya mau minta tolong ingin belajar ngedesign coreldraw & potoshope ntuk sablon kaos.

    Comment by ace.mulyadi@yahoo.com | May 4, 2011 | Reply

    • kalau untuk desain sesuai kreativitas, kalau mau belajar dasar-dasar corel anda bisa belajar dari buku atau dari orang lain. kalau kita dekat boleh saja kita belajar bersama.

      Comment by wanwa03 | July 7, 2011 | Reply

  4. bos saya mau tanya gmn cara mengatasi cat yang cepat kering.. baru 1 kali gosong,, catnya sudah kering..

    Comment by irmawan | September 6, 2013 | Reply

    • 1. pastikan hasil afdrukan anda bolong benar biar cat tidak mudah mampat.
      2. Jangan menyablon di tempat yang panas atau udara terbuka karena cat bisa mudah kering akibat tiupan angin
      3. Kalau belum berhasil coba ganti jenis catnya.

      Comment by wanwa03 | September 6, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: